Tampilkan postingan dengan label power supply. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label power supply. Tampilkan semua postingan

Maret 03, 2009

Memeriksa voltage power supply


Artikel ini membahas bagaimana memeriksa voltage power supply. Power dari power supply dibagi dengan beberapa connector yang membagi antara 12V, 5V dan3.3Volt. Cara termudah adalah memeriksa output power ketika power sedang bekerja.

Susunan cable pada power supply

Pada format power supply masih dibagi antara beberapa form factor. Standard power supply ATX dan BTX tetap mengunakan 3 bagian voltage seperti yang dikemukakan diatas. Versi ATX saat ini sudah memiliki versi 1.3 dimana terdapat tambahan power SATA untuk perangkat terbaru seperti SATA harddisk. Sedangkan form factor terbaru adalah BTX yang merubah pemakaian AUX dan menambahkan pin main power dari 20pin menjadi 24 pin. Tetapi dasarnya tetap sama dimana 12V, 5V dan 3.3V adalah voltage yang digunakan pada output voltage power.

Dibawah ini adalah gambaran connector dari power supply dengan masing masing output voltage menurut standard power supply ATX Connector pada power supply ke mainboard, sebagai berikut:

A. 3.3 volt

Untuk memeriksa voltage 3.3V dapat digunakan 2 connector. Pertama adalah dengan mengunakan cable Main Connector. Dan mencari kabel berwarna Orange dengan Black, Orange adalah 3.3V+ dan Black adalah 3.3V-.

Tetapi cara termudah adalah mengunakan cable yang tidka terpakai seperti AUX connector yang terdiri dari 5V+, 3.3V+.3.3V+, Com, , Com, Com. Caranya seperti pada gambar dibawah ini. Dimana cabel Aux connector dihubungkan antara Plus dengan Orange dan Minus dengan Black untuk memeriksa 3.3 Volt

B. 5 Volt dan dan 12V

Untuk memeriksa 12V dan 5V paling mudah.

Gunakan cable Peripheral connector dengan warna Red, Black, Black dan Yellow.
Untuk mendapatkan 5V, hubungkan multimeter antara Plus Red dengan Black Minus
Sedangkan 12V dihubungkan antara Plus Yellow dan Black Minus

Toleransi power

Tidak semua power akan menunjukan angka persis 12V, 5V dan 3.3V. Toleransi power dapat dilihat pada bagian gambar dibawah ini.

Misalnya power anda memiliki output 3.4V atau 3.45V pada 3.3V. Output tersebut masih dapat diterima dengan batas toleransi. Dan 5V dengan 12V masih dapat diterima bila tidak melebih 5.25V dan 13V

Umumnya output power supply berada diantara persentase pada gambar diatas. Untuk kondisi terbaik, voltage 3.3V tidak lebih dari 3.4V. Untuk 12V tidak lebih dari 12.5V dan 5V tidak lebih dari 5.2V. Bahkan pada beberapa power supply juga dapat menunjukan voltage lebih rendah tetapi bila tidak terlalu rendah hal ini masih dapat diterima dari persentase batas teleransi maka power masih memiliki output yang memadai.

Untuk kondisi tidak normal, output power supply berada diatas ambang batas persentasi seperti gambar diatas. Terlalu tinggi akan menyebabkan perangkat menjadi overvoltage dan menjadi panas, terlalu rendah juga akan memberikan ketidaktabilan pada CPU atau perangkat hardware.

Kedepan dengan BTX

Sedikit ulasan pada BTX power. Perubahan pada standard ATX dan BTX sebenarnya hanya terletak pada 4 pin tambahan. ATX memiliki 20pin power sedangkan BTX memiliki 24pin power. Dibawah ini adalah letak perbedaan pada power BTX jack power mainboard (bukan jack power connector power supply) dimana pada bagian paling bawah yang diberikan warna adalah 4 pin tambahan baru pada standard BTX

Kesimpulan

Uraian diatas sedikit dapat memberikan pengetahuan bagaimana memeriksa power supply anda. Yang perlu di ingat adalah power supply tidak akan memiliki output yang presisi seperti harus menunjukan angka 12.0V, 5.0V dan 3.30V. Dipastikan ada sedikit perubahan angka baik lebih besar dan lebih kecil. Tetapi output power haruslah sesuai ketentuan dari batas toleransi, dan tidak melebihi toleransi maka power supply masih memiliki output yang benar dan layak digunakan.

Untuk kondisi terbaik pemeriksaan power ada yang mengunakan cara memeriksa output dengan kondisi power tanpa beban atau tidak dipasangkan pada perangkat computer. Tetapi ada yang memilh cara mudah dengan memeriksa ketika power supply sedang dihubungkan keperangkat PC atau mainboard. Cara ini memiliki dampak baik dan buruk. Bila power supply diperiksa ketika dipasangkan hardware nilai positifnya akan memperlihatkan kondisi sebenarnya output power yang dikeluarkan oleh power supply. Disisi lain power bisa saja menunjukan angka voltage dibawah atas diatas normal karena adanya beban dari pemakaian daya pada power supply. Asalkan tidak melewati batas toleransi maka output power supply dapat diterima. Asalkan powr supply memang memiliki kekuatan atau output power yang memadai dan cukup menyuplai daya ke perangkat computer.

Bila anda berkeinginan memeriksa power output pada power supply, sebaiknya cukup berhati hati jangan sampai terjadi short atau terjadinya hubungan antara plus dan minus. Seperti biasa, resiko ditangan anda ketika sedang memeriksa dan harus sangat hati hati untuk menghubungkan multimeter ke connector power supply.

sumber: http://www.obengware.com/tips/cekvoltagepower.htm
selengkapnya....

Asus U-75HA

Model 750 watt yang kami coba merupakan salah satu andalan Asus untuk mendukung sistem high-end atau gaming yang kini mulai marak. Dibandingkan produsen PSU popular lainnya, Asus tampak sengaja membatasi jenis PSU mereka, ini terlihat dari sedikitnya varian daya yang ditawarkan dibandingkan produk pihak kompetitor.
Seperti juga model casing Vento mereka, desain PSU Asus U-75HA tergolong tidak standar (agak panjang) sehingga Anda mesti menyiapkan casing yang lega bila ingin memakainya. PSU yang aslinya dibuat oleh pabrikan Delta Electronics ini menyiapkan
4 rail +12V berdaya masing-masing 18A yang mirip dengan SilverStone yang kami uji.

Seperti halnya PSU kelas atas, U-75HA melengkapi dirinya dengan sirkuit PFC aktif dan standarisasi efesiensi 80PLUS. Satu-satunya kekurangan yang mudah terlihat dari PSU ini adalah bebannya yang mencapai 2,5kg, paling berat diantara PSU yang kami coba.

Dari rangkaian tes yang kami lakukan tampak bahwa Asus U-75HA memberikan kestabilan yang tinggi di setiap rail dan hanya bisa disaingi oleh Xigmatek. Ketersediaan kabel PEG untuk sistem quad-VGA juga menjadi kelebihan yang kami suka meski pada dasarnya daya 750 watt yang dimiliki PSU ini belum ideal untuk kuartet VGA. Kami juga mencatat pemakaian daya yang sangat efesien dan tingkat PFC yang jempolan (97%) dalam kondisi load tinggi. Meski tidak dikonsentrasikan sebagai produk masal di Indonesia, namun PSU buatan Asus ini merupakan komponen yang tepat untuk disandingkan ke PC Anda asalkan siap saja dengan dana yang juga tidak sedikit. (Deny Prasetyo)

Plus : Kabel terisolasi dan banyak; Rail 12V 4 buah; tegangan stabil; dukungan 4 VGA; PFC tinggi.

Minus: Berat; harga agak mahal.
selengkapnya....

PSU (Power Supply Unit)


Sementara ini aku akan coba bahas masalah yang basic dulu, yaitu tentang PSU, Mulai dari Bagaimana PSU bekerja :

Seperti yang kita tahu, bahwa listrik datang dari tenaga utama yaitu AC tegangan tinggi, bergerak dari satu arah ke arah yang lain, namun komponen PC halnya motherboard, processor, memory dll hanya menggunakan tegangan rendah berupa arus DC (direct current) yang hanya bergerak dari satu arah doanks brader, fungsi dari PSU ini adalah untuk merubah arus AC 240v 50hz atau 120v 60 hz ke arus DC yang STABIL

Pertama yang dilakukan brader adalah arus AC bergerak melalui transformer, dimana transformer ini merubah arus 240v/120v ke arus AC yang lebih rendah seperti arus AC 12 v, transformer mengandalakan pada pergerakan medan magnetik untuk melakukan ini jadi mereka HANYA bisa bekerja pada arus AC.


Setelah kita sudah mendapatkan arus AC yang rendah, kita coba untuk merubahnya menjadi arus DC. Cara yang paling mudah untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan dioda yang notabene adalah gerbang satu arah untuk arus listrik. listrik dapat melewati dioda pada satu arah tapi memblokir arah sebaliknya, dengan cara ini kita akan mendapatkan arus listrik searah, tapi bro, dengan cara ini bro cuman dapat setengah AC waveform, makanya kita bilang ini adalah half-wave retification

Terus yang kamu butuhkan adalah menambah dioda ke dua untuk mengarahkan ke arah yang lain, tapi tetap menggunakan DC line yang sama, hal ini di lakukan untuk mengakali setengah waveform hasil sisa dari filter dioda yang pertama, dengan melakukan ini bro kamu sdh dapat full waveform, praktisnya biasanya di gunakan 4 dioda yang biasa di gunakan, 2 untuk setengah arus positif AC cycle dan arus setengah arus negatif AC cycle.

Setelah kita sudah mendapatkan arus DC yang kita inginkan, tapi jika bro liat pada oscilloscope bro bisa liat klo di sana klo yang kita dapat adalah sekumpulan arus yang masih kasar, sedangkan PC butuh arus yang lebih halus dan stabil, berupa garis lurus pada oscilloscope bukan kumpulan arus.

Lhaaa inilaha saatnya kapasitor bertugas, kapasitor pada PSU akan mengisi dan mengeluarkan arus serentak untuk menghaluskan arus DC, tugas nya adalh sebagai bak yang mengisi pada saat arus memuncak dan melepaskan dengan lebih stabil. yang menhasilkan arus DC yang yang bisa di gunakan pada alat arus DC kebanyakan

Namun output dari kapasitor masih belum semulus yang kita harapkan, tidak cukup mulus untuk memuaskan gairah dari komponen PC yang sensitive, jadi klo bro liat di oscilloscope, bro bisa liat klo masih ada tali kusut di sana, karena kapasitor doanks tidak dapat memuluskan arus sepenuhnya.

Tahap berikutnya adalah penggunaan dioda zener, sebetule dioda ini hamper sama seperti dioda kebanyakan … yang hanya melewatkan arus satu arah, namun keistimewaan dioda atu ini adalh dioda ini hanya melewatkan arus yang sdh melewati batas minimal arus yang bisa di alirkan sesuai yang kita inginkan. “controled and smoothed beibeh” jadi dioda ini bisa memberi kita control berapa banyak arus kecil yang kita tolak dan berapa arus yang kita inginkan.

Secara ringkas … jika bro pasang dioda ini pada alur positif dan negaif pada output kapasitor pada arus baliknya, volt pada zener akan tetap stabil, tidak peduli berapa besar output. jadi sebetulnya arus yang di sedot adalah arus dari dioda zener, secara teori hal ini bisa memberi bro arus yang stabil, constant untuk PC.

Aku tidak akan membahas teori secara berlebihan, Karena akan terlalu membosankan …hehehe, tujuan aku posting tentang ini adalah untuk menekankan betapa pentingnya fungsi PSU pada PC bro. PSU bukan hanya untuk PC agar nyala aja, Tapi adalah jantung yang memompa darah ke seluruh organ di PC.

Ciri Ciri PSU yang sdh mau koit :

1.PC sering error.
2.PC sering reboot sewaktu waktu.
3.PC berasap.

Jadi jika mau merakit PC sendiri … apalagi PC yang high end …… mulai dengan langkah yang benar … dengan memilih PSU yag tepat bagi PC anda.
selengkapnya....
 


Boogle's home © 2008. Design by: Pocket